Cara Kerja PBN dan 5 Mitos Di Dalamnya

3 min read

Cara Kerja PBN dan 5 Mitos Di Dalamnya

Jika ada orang yang bertanya mengenai backlinking terkuat saat ini, maka jawabannya adalah PBN, atau private blog networks.

Secara sederhananya, PBN ini merupakan sekumpulan website berkualitas tinggi yang nampak seperti milik orang lain, tetapi sebenarnya semua wesbite tersebut dimiliki oleh kita.

Dengan begitu, kita bisa mengecoh si mbah Google sekaligus menanam backlink yang mengarah ke moneysite kita tanpa adanya campur tangan pihak ketiga.

Dikarenakan website PBN kita memiliki domain authority dan page authority yang gak main-main, maka kemungkinan moneysite kita nangkring di pejawan akan semakin besar, dan mengalahkan berbagai macam saingan yang ada.

Dengan kata lain, cara kerja PBN itu cukup sederhana. Kita hanya tinggal menyetting website, mengisi artikel, kemudian menanam link yang mengarah ke moneysite kita di sana. Sisanya tinggal tunggu hasil yang diberikan.

Tetapi bukan serta merta kita bisa melakukan backlink seenak jidat. Soalnya, ada beberapa tekhnik serta tips dan trik untuk bisa mendapatkan PBN berkualitas.

Jika kamu kebetulan ingin mendapatkan backlink yang bukan kacangan, tetapi tak tahu cara membuat dan menyetting website untuk PBN, mungkin jasa PBN ini bisa membantu!

Kebanyakan tekhnik link building yang didapatkan dari clean PBN tentunya bisa meningkatkan posisi moneysite kita di SERP.

Sekalipun banyak orang yang mencoba untuk membelokkan teori tersebut, namun moneysite yang bisa bermain di pasar dengan tingkat persaingan tinggi sebagian besar menggunakan PBN.

Nah, agar kamu tak disesatkan dengan informasi-informasi murahan seperti itu, ada baiknya untuk mengetahui beberapa mitos PBN yang berseliweran diantara internet marketer berikut ini.

cara kerja pbn

 

Mitos 1: PBN Sudah Ga Ampuh

Bisa jadi ini merupakan informasi yang sengaja disebar oleh saingan kita, agar mereka tetap mampu bertengger di pejawan Google tanpa adanya gangguan.

Teori sederhananya, jika misalnya backling PBN sudah tak ampuh, maka semua tekhnik link building pun mungkin sudah tak berlaku dan tak layak untuk dikejar.

Alasannya karena PBN dan tekhnik link building whitehat memang menggunakan metrik sama untuk mendongkrak moneysite kita di Google, yaitu melalui perhitungan metriks seperti TF, CF, DA, dan PA.

Bedanya, tekhnik whitehat cenderung lebih aman saat Google melakukan patroli manual, sementara PBN cenderung rentan terkena penalti – itupun jika dibangun dan digunakan secara sembarangan.

Maka dari itulah, pembuatan PBN itu memiliki segudang aturan yang harus kita perhatikan, ibarat main kucing-kucingan dengan si pegawai Google.

Selanjutnya, teori “PBN sudah ga ampuh” ini memang seringkali digaungkan oleh Google itu sendiri. Namun anehnya, Google malah melarang penggunaannya secara masif. Cukup aneh, bukan?

Jika misalnya Google memang menilai PBN itu sudah tak ampuh, seharusnya mereka tak perlu repot-repot melakukan pelarangan terhadap penggunaan PBN.

Itu berarti, Google tahu betul bahwa PBN memang masih powerful untuk bisa mendongkrak moneysite kita – sebesar apapun jenis persaingan yang ada.

Mitos 2: PBN Itu Sampah

Beberapa diantaranya memang sampah, karena dipilih oleh orang-orang yang ngasal dalam memilih domain dan menyettingnya.

Tetapi di tangan para suhu dan mastah, tak ada istilah sampah untuk backlink yang didapat dari PBN.

Mereka yang tahu cara bermain dengan jaringan website ini tidak akan pernah setengah-setengah dalam melakukan berbagai macam pekerjaan terkait asetnya tersebut.

Seperti misalnya, dari pengisian kontennya saja harus disamakan kualitasnya dengan moneysite, dengan begitu Google tidak akan curiga jikalau mereka melakukan pemeriksaan manual.

Sekali lagi, jika misalnya PBN itu sampah, maka sama saja dengan mengatakan bahwa website-website besar seperti wikipedia, CNN, HuffingtonPost, dan berbagai macam website ternama dan terkenal lainnya juga sampah.

Soalnya, PBN seringkali mendapatkan asupan gizi berupa backlink dari website-website besar tersebut.

Bila kita lihat dengan menggunakan akal sehat, maka tak mungkin jika website besar tersebut memberikan backlink kepada website sampah.

Untuk alasan ini pulalah, PBN bisa meningkatkan posisi website kita di SERP karena didukung dengan backlink profile yang telah mereka miliki sebelumnya.

Jadi tak heran jika harga backlink PBN hampir-hampir tak ada yang murah! Mungkin hanya beberapa orang saja yang mampu memberikan diskon besar-besaran.

Mitos 3: PBN Mudah Ketahuan

Lagi-lagi teori ini tergantung siapa yang menggunakannya. Mereka yang melakukan settingan PBN secara sembarangan, maka akan mengabaikan beberapa aturan baku pembuatan PBN seperti menggunakan IP Class A yang sama, CMS sama, plugin sejenis, dan lain sebagainya.

Sebaliknya, mereka yang paham betul akan PBN mampu menyembunyikan footprint, yaitu jejak digital yang seringkali dijadikan sebagai alibi oleh Google untuk melakukan penalti terhadap semua jaringan website yang terkait antara satu sama lain.

Jadi tetap hati-hati dalam membeli backlink PBN! Kamu harus mampu melihat dan mengeceknya secara manual mengenai berbagai macam settingan yang dilakukan.

Karena jika ketahuan, bukan hanya berdampak pada PBN itu sendiri, melainkan penalti kemungkinan besar akan sampai hingga ke moneysite kita.

Alhasil, bisnis yang telah susah-susah kita bangun bisa roboh hanya dalam satu hari saja gegara menggunakan PBN secara sembarangan.

Bekerjalah dengan profesional yang tahu mengenai settingan PBN dan merawatnya dalam jangka panjang.

Mitos 4: PBN Menyalahi Aturan

Di dunia SEO ada istilah whitehat dan blackhat untuk menggambarkan si baik dan si jahat. Tapi tahukah kamu bahwa kedua istilah tersebut berasal dari Google untuk memberikan penilaian buruk bagi pengguna PBN agar menghentikan praktek SEO-nya tersebut.

Entah itu whitehat ataupun blackhat, keduanya masih menggunakan tekhnik dasar yang sama, yaitu link building. Bedanya, blackhat dilakukan secara masif oleh diri sendiri, sementara whitehat dilakukan secara natural oleh orang lain.

Sayangnya, orang tidak semudah itu melakukan backlinking kepada website lain mengingat ego dari masing-masing webmaster.

Sementara jika kita melihat pada fakta yang ada, maka sebagian besar website yang bertengger di pejawan itu menggunakan PBN dan blackhat.

Jadi jika memang blackhat itu menyalahi aturan dan tak etis untuk digunakan, lantas kenapa si mbah masih mempertahankan website-website pengguna PBN tersebut di pejawan?

Bahkan jika kamu membuat konten super berkualitas yang menghabiskan budget jutaan rupiah, belum tentu bisa bersaing dengan website dengan konten seala kadarnya namun menggunakan backlink PBN.

Mitos 5: PBN Itu Beresiko Tinggi

Semua bidang (apalagi bisnis) pasti memiliki resiko. Jadi rasanya cukup manja jika kita menghindari PBN hanya gegara ada orang yang mengatakan bahwa PBN itu beresiko tinggi.

Bahkan pemilik Facebook bernama Mark Zuckerberg saja bilang bahwa “resiko tertinggi adalah ketika seseorang tidak mengambil resiko sama sekali”.

Jadi, pilih yang mana? Mengambil resiko tetapi website bisa cepat naik dan bersaing di pasaran, atau bermain aman tetapi website terkubur jauh di lautan mesin pencarian dan membusuk karena tak ada pembeli yang datang.

Jika kamu memilih untuk menggunakan PBN, maka ada cara untuk mengurangi resiko, yaitu dengan melakukan settingan yang benar, atau membeli backlink di tempat yang sudah ahli dan profesional agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan.