Cara Menulis Artikel SEO Friendly Berkualitas – Baca Dulu Sebelum Mulai Ngetik

3 min read

Cara Menulis Artikel SEO Friendly Berkualitas – Baca Dulu Sebelum Mulai Ngetik

Website akan banyak didatangi pengunjung jika memiliki konten yang bagus dan bermanfaat. Para pengunjung tersebut akan terus bertambah dari mesin pencari jika dioptimasi dengan ilmu SEO. Untuk itulah, artikel SEO sangat dibutuhkan.

Artikel SEO sendiri dibuat dengan proses perencanaan, pembuatan, dan pengoptimalan konten. Tujuan akhirnya adalah bisa diterima oleh pembaca kita sekaligus muncul dengan mudah di mesin pencari. Pencapaian kita akan semakin terasa jika artikel tersebut nongkrong di halaman 1 mengalahkan semua pesaing.

Lantas, apakah membuat artikel SEO itu sangat sulit? Nggak kok! Bahkan jika dibandingkan dengan mengarang bebas, membuat artikel SEO yang friendly dan berkualitas malah jauh lebih mudah.

Pasalnya, artikel SEO memiliki struktur tersendiri yang harus kita ikuti. Dengan kata lain, kita sudah diarahkan oleh “google guideline” cara menulis yang baik dan benar.

Nah, di pembahasan kita kali ini, saya akan mencoba “merangkum” semua hal-hal yang dibutuhkan untuk membuat artikel SEO friendly berkualitas. Caranya sudah dipaparkan di bawah ini dengan lengkap.

  1. Utamakan Pembaca

Ini hal pertama dan terpenting yang harus kamu perhatikan. Sekalipun artikel tersebut memang ditujukan untuk nangkring di pejawan google, tapi tetap harus mengutamakan para pembaca setia kita.

Faktanya, seberapa lama pembaca kita menikmati tulisan kita sangatlah berpengaruh besar terhadap posisi website kita di SERP. Maka dari itulah, muncul sebuah istilah yang disebut sebagai Dwell Time.

Utamakan Pembaca

Secara sederhananya, dwell time merupakan jumlah waktu yang dihabiskan oleh visitor yang masuk ke website kita melalui mesin pencari. Semakin lama, maka semakin bagus. Untuk alasan inilah, konten kamu harus friendly kepada para pembaca. Jika tidak, dwell time website kamu akan jelek.

“Misalnya begini. Kamu sudah membeli banyak backlink dan akhirnya website berhasil naik di page 1, sehingga google memberikan pengunjung organik yang potensial. Sayangnya, dikarenakan konten kamu jelek atau sulit untuk dipahami pembaca, akhirnya para visitor tersebut pun menutup website kamu hanya dalam kurun waktu kurang dari 10 detik. “

Google bisa melacak perilaku pembaca kamu tersebut, sehingga dia pun akan mengira bahwa “kata kunci” yang kamu target tersebut tidak relevan dengan yang mereka cari. Alhasil, website kamu pun akan kembali turun hanya dalam hitungan hari atau bahkan jam.

Jadi, jika ingin memiliki dwell time yang bagus, pastikan konten kamu mudah dibaca dan enak dilihat. Tambahkan pula beberapa gambar dan video jika memungkinkan.

  1. Gunakan Keyword dan LSI

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa menulis artikel SEO itu tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Kamu harus mengikuti beberapa aturan baku yang sudah ditetapkan oleh Google, agar mereka mudah menemukan tulisan kamu untuk dipajang di pejawan.

Salah satunya adalah judul dan isi. Biasanya, judul harus disesuaikan dengan kata kunci yang kamu target, dan isi atau topik artikel harus menyertakan LSI.

Jadi sebelum kamu repot-repot membuat artikel SEO, luangkan waktu dulu untuk melakukan riset keyword agar artikel yang kamu buat bisa terarah dan tidak melebar terlalu jauh.

  1. Gunakan Heading

Artikel SEO pun harus kamu bagi ke dalam beberapa bagian berupa sub-topik. Sub-topik tersebut haruslah menggunakan gaya tulisan berupa “Heading 2” dan bisa menggunakan LSI.

Sementara Heading 1 digunakan untuk judul utama artikel yang menyertakan kata kunci yang ditargetkan.

Untuk lebih jelasnya, coba lihat contoh settingan artikel SEO di bawah ini:

Gunakan Heading

Jika kamu menginstal plugin bernama table of content, maka heading-2 tersebut pun akan muncul di mesin pencari, sehingga akan lebih mudah bagi google dalam mengenali konten yang kamu suguhkan. Alhasil, google pun akan senang hati menyimpannya di page 1.

  1. Berikan Judul yang Menarik

Judul artikel haruslah ditujukan kepada pembaca dan mesin pencari secara sekaligus. Namun tantangannya, kalimat tersebut harus dibuat sesingkat mungkin. Disinilah peran kamu sebagai blogger diuji.

Aturannya harus tetap menyertakan keyword di awal kalimat, kemudian bisa disusul dengan kata-kata yang membuat sedikit penasaran.

Misalnya, kamu ingin membuat artikel berjudul “cara meningkatkan SEO website”. Maka kurang lebih judulnya akan berbunyi seperti ini:

“Cara Meningkatkan SEO Website – 4 Langkah Jitu yang Wajib Dilakukan”

Bagian pertama adalah keyword yang dipersembahkan untuk mesin pencari, sementara kalimat setelah tanda strip adalah sebagai pemanis agar menarik perhatian para peselancar internet.

Dalam satu halaman Google, ada 10 website yang terpampang di sana. Artinya, sekalipun website kamu sudah nongkrong di pejwan, kamu masih memiliki 9 kompetitor. Disinilah orang berlomba-lomba menarik perhatian peselancar internet dengan memberikan judul yang menarik.

Sekalipun kamu berada di urutan 3 tetapi jika judul kamu lebih menarik dari website yang ada di urutan 1 dan 2, visitor pasti akan tetap meng-klik website kamu. Kemudian istilah CTR (click through rate) muncul. Semakin CTR kamu tinggi, semakin baik karena menjadi salah satu sinyal SEO untuk membuat website kita mengalahkan para pesaing di SERP.

Tapi jangan sampai melakukan click-bait (judul tidak sesuai dengan isi hanya karena ingin mendapatkan CTR tinggi). Bisa-bisa kamu dicaci maki netizen dan diblack-list oleh mereka.

  1. Internal dan External Link

Jangan lupakan tentang tautan (link) di dalam artikel kamu. Langkah ini termasuk ke dalam onpage SEO yang begitu penting untuk dilakukan karena termasuk ke dalam sinyal SEO.

Ada dua jenis tautan yang harus kamu sertakan, yaitu:

  1. Internal Link. Tautan dari satu artikel yang kamu tulis ke artikel kamu yang lainnya di dalam satu domain yang sama.
  2. Eksternal Link. Tautan yang mengarah ke website lain yang sejenis dengan topik yang kamu tulis.

Lantas, apa gunanya?

Keduanya memiliki peran besar terhadap perkembangan website kamu, terutama internal link. Ada sebuah istilah yang disebut sebagai Bounce Rate, atau dalam bahasa Indonesia, istilah ini dikenal dengan sebutan Rasio Pentalan.

Bounce Rate ini didefinisikan sebagai persentase pengunjung yang masuk halaman website kita, tetapi balik lagi tanpa melakukan tindakan apapun. Jadi, seolah-olah konten kita itu tidak bermanfaat bagi mereka.

Nah, internal linking ini untuk menghindari nilai Bounce Rate yang jelek. Semakin rendah bounce rate website kamu, maka semakin bagus. Karena itu mengindikasikan bahwa visitor kamu betah berlama-lama di website kamu tersebut.

Kamu bisa melihat nilai Bounce Rate melalui Google Analytics.

Google Analytics

Sementara Eksternal Link akan membuat google menilai jika website kamu memiliki sumber informasi yang jelas. Maka dari itulah, kamu tidak boleh sembarangan dalam memberikan link keluar.

Link tersebut harus sesuai dengan topik yang kamu bicarakan dengan informasi yang kredibel (misalnya wikipedia).

Kesimpulan

Setelah kamu membuat artikel SEO yang friendly dan berkualitas, maka proses backlinking biasanya akan lebih mudah untuk dilakukan.

Backlinking memang salah satu aktivitas krusial dalam membangun website, akan tetapi jangan lupakan pula para visitor (manusia) yang menjadi tujuan utama kamu menjalani bisnis online.

Baca Juga :

Cara Riset Keyword Gratis – Datangkan Ribuan Visitor dan Calon Pembeli