Cara Setting PBN Dengan 5 Langkah Mudah

3 min read

Cara Setting PBN Dengan 5 Langkah Mudah

Saking kuatnya efek dari PBN, banyak orang yang ingin mendapatkan link building dari sekumpulan website tersebut.

Tak tanggung-tanggung, backlink PBN bisa melampaui saingan yang telah lama bertengger di pejawan Google, bahkan hanya dengan menggunakan moneysite yang masih berumur jagung saja.

Tapi hasil tersebut mampu tercipta berkat cara pemilihan domain dan setingannya yang pas. Sebaliknya, salah sedikit maka bisa membuang-buang waktu dan tenaga. Lebih parahnya lagi, ada kemungkinan moneysite kita terkena penalti dan di-deindex oleh si mbah.

Maka dari itulah, mari kita tilik cara setting PBN yang baik dan benar, agar kerja keras kamu tidak sia-sia.

Untuk melakukannya, mari kita awali dengan pemilihan domain dan cara mendapatkannya dengan menggunakan jasa atau alat tertentu.

1. Cari Expired Domain

cara setting pbn

Tahap pertama ini bisa menjadi pondasi yang menentukan usaha kita dalam jangka panjang. Pasalnya, efek domino berlaku di sini. Jika pada pemilihan expired domain kamu sudah keliru, maka kesananya pasti akan amburadul.

Cara kerja PBN dan pemilihan domainnya cukup sederhana, kamu bisa membelinya di penyedia jasa seperti forum-forum, atau menghitung metriknya sendiri.

Khusus buat yang rajin, maka ada 4 metriks yang harus kamu perhatikan, yaitu:

  • CF (citation flow)
  • TF (trust flow)
  • DA (domain authority)
  • PA (page authority)

Untuk CF dan TF bisa dilihat melalui Majestic dan nilainya harus antara 15-25. Sementara DA dan PA bisa dicek melalui MOZ dan nilainya harus antara 15-30.

Akan lebih baik jika expired domain yang kamu beli tersebut memiliki relevansi yang tinggi dengan moneysite kamu saat ini.

Seperti misalnya saat ini kamu tengah mengembangkan website penjualan baju dan tas, maka usahakan mendapatka expired domain yang pernah membahas tentang apparel atau fashion.

Cara mengeceknya bisa dilihat melalui archieve. Di sana kamu bisa melihat gambaran utuh dari expired domain tersebut selama masih online dan dimiliki oleh orang lain.

Kemudian tahap terakhir adalah dengan mengecek backlink profile dari expired domain yang telah kamu pilih. Dengan begitu, kita bisa terhindar dari website spammy yang dibangun dengan backlink yang ngasal atau bahkan dari situs-situs jumudi dan phoni.

2. Hostingkan Expired Domain

Singkat cerita, kamu sudah mengantongi beberapa expired domain yang ingin kamu jadikan PBN. Tugas selanjutnya adalah menyimpannya di hosting agar segera online.

Tapi berbeda dengan moneysite, menghostingkan PBN itu tidak bisa dilakukan secara ngasal karena footprint-nya bisa ketahuan.

Ada beberapa aturan yang harus kamu jalani, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Setiap expired domain yang kamu beli harus memiliki IP Class A yang berbeda, jadi tak bisa disimpan di hosting provider yang sama.
  • Server harus tersebar secara geografis. Jika tidak, Google bisa melacaknya dengan mudah layaknya menjentikkan jari.
  • Sesuaikan bandwidth dan budget. Biasanya PBN tak membutuhkan terlalu banyak bandwidth sehingga kamu bisa banyak menghemat di sini. Namun ada kalanya PBN kita dibanjiri oleh visitor, jadi naikan kebutuhannya secara bertahap.
  • Uptime dan kecepatan hosting haruslah optimal.
  • Antarmuka hosting harus mudah digunakan. Jika tidak, maka akan membuat kita frustasi dan menghabiskan banyak waktu, mengingat ada banyak domain yang harus kita urus.

Untungnya, ada cara alternatif yang bisa memudahkan upaya kita dalam melakukan settingan PBN, yaitu dengan menggunakan jasa BulkBuyHosting.

Dengan jasa tersebut, kita hanya mengurus semua domain di satu tempat sekalipun dihosting di berbagai macam provider yang berbeda.

3. Desain Website

Mendesain website merupakan salah satu pekerjaan paling melelahkan, mengingat kita harus melakukannya di lebih dari 1 domain dengan tampilan yang berbeda.

Sekali lagi, PBN merupakan sekumpulan website yang harus nampak dimiliki oleh orang lain. Alhasil, masing-masing darinya haruslah terlihat unik.

Bukan hanya dari segi tampilannya saja, melainkan dari plugin atau bahkan CMS yang digunakan. Seperti yang kita tahu bahwa website builder itu tak hanya sebatas wordpress saja, kan?

Beberapa CMS yang bisa kamu gunakan diantaranya WordPress, Shopify, Joomla, Drupal, Wix, dan lain sebagainya.

Tapi perlu diingat agar tidak menggunakan Blogger untuk penggunaan PBN. Ini karena blogger dimiliki oleh Google dan tersingkronisasi dengan semua produknya, termasuk Google Search Console.

Setelah berhasil mendesain tampilan dengan CMS yang berbeda, maka jangan lupa juga untuk memasukan halaman penting seperti about us, term and condition, contact us, dan privacy policy.

Dengan munculnya keempat halaman tersebut di PBN kita, maka Google akan menilai bahwa situs kita tersebut dibangun dengan penuh kasih sayang dan bukanlah jenis yang spammy. Alhasil, kemungkinan terkena penalti akan semakin rendah.

Ingat, PBN itu memiliki resiko yang tinggi, namun bisa kita kurangi secara drastis selama kamu melakukan langkah dan cara setting PBN secara tepat.

4. Masukan Konten

Jika mendesain website PBN merupakan pekerjaan yang melelahkan, maka membuat konten memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi, karena harus dilakukan dengan sepenuh hati, jangka panjang, teratur, penuh disiplin, dan kualitasnya yang setara dengan moneysite kamu saat ini.

Pertama-tama, konten yang kamu publikasikan di PBN itu haruslah relevan dengan moneysite, diisi dengan teratur tanpa mengendurkan sisi kualitasnya, sekaligus memiliki panjang minimal 1000 kata.

Pembuatan konten ini juga bisa menjadi bagian yang paling memakan banyak waktu. Bayangkan saja, kamu harus melakukan update-an secara berkala di lebih dari 1 website.

Jika tak punya waktu, maka siapkan budget yang menggunung. Seperti yang kita tahu bahwa harga pembuatan artikel itu tidaklah murah jika kamu memutuskan untuk melakukan outsourcing.

Memang jika membeli satu atau dua artikel tidak akan terasa, namun lain lagi jika membelinya secara borongan, maka uang satu atau dua juta itu nampak seperti bulu halus yang terbang terbawa angin.

Jika tak percaya mari kita kalkulasikan. Misalnya saat ini kamu memiliki 100 PBN dan memutuskan untuk melakukan update 1 kali seminggu per website. Maka artikel yang dibutuhkan dalam satu bulan itu adalah sekitar 400-500 artikel.

Harga artikel sendiri rata-rata dijual sebesar Rp.35.000 per 1000 kata. Dengan begitu, bisa kita kalikan 35.000 dengan 500 artikel, sehingga budget yang harus disiapkan adalah 17,5 juta per bulan.

Benar-benar nilai yang fantastis bukan?

5. Tanam Backlink

Terakhir adalah mulai melakukan penanaman backlink – dan tentunya tak boleh dilakukan secara sembarangan.

Salah satu aturan terketat yang harus kita lakukan adalah untuk tidak menanam lebih dari 2 outbond link dalam satu artikel di PBN.

Itu artinya, 1 link bisa mengarah ke moneysite kita, sementara satunya lagi bisa kita arahkan ke website lain yang relevan, seperti Wikipedia, Amazon, CNN, dan lain sebagainya – asalkan tidak diarahkan ke website saingan.

Sekalipun internal linking masih diperbolehkan, akan tetapi melakukan linking sesama PBN itu diharamkan, karena footprint-nya bisa ketahuan dengan mudah oleh si mbah Google.

Saat itu terjadi, kemungkinan besar PBN kamu dapat di-deindex dengan begitu cepat secara sepihak tanpa adanya basa-basi terlebih dahulu.