Cara Memilih Domain Untuk PBN

3 min read

Cara Memilih Domain Untuk PBN

Banyak para webmaster yang mengalami kerugian akibat mendapatkan backlink dari PBN yang berkualitas rendah.

Penilaian rendah tersebut tentunya berasal dari proses tahap pembangunan di awal, yaitu pemilihan domain.

Bahkan domain sendiri tak hanya bertindak sebagai pondasi saja, melainkan juga menjadi tumpuan semua faktor dan kegiatan yang kita lakukan saat proses link building berlangsung.

Intinya, sekalipun kamu menggunakan hosting mahal dengan IP yang beragam, serta dilengkapi dengan konten berkualitas tinggi, namun jika akarnya busuk tetap tak bisa menunjang bisnis yang kamu miliki.

Bahkan jika kita mendapatkan backlink dari PBN dengan domain yang membusuk tersebut, malah dapat merugikan bisnis kita dalam jangka panjang.

Google memiliki teori bahwa “website busuk akan saling berkaitan antara satu sama lain”. Maka tak heran jika si mbah akan langsung menendang website kita jika mendapatkan backlink dari situs spammy, karena status kita akan dinilai sama buruknya di mata Google.

Maka dari itulah, sebelum buru-buru memborong artikel dan melakukan backlinking secara membabi buta, ada baiknya kita mulai dulu dari pemilihan domain agar PBN kamu memiliki kekuatan super yang efeknya mampu menggeser semua saingan.

Dalam Domain yang Sehat Terdapat PBN yang KuatInternet and domain names concept

Pada awalnya domain diciptakan setara. Tetapi akibat penggunaan para webmaster, maka akan menghasilkan kualitas domain yang berbeda – entah itu menjadi lebih baik atau lebih jelek.

Beberapa diantaranya ada domain yang spammy akibat terkena backlink berkualitas rendah, domain terlarang bekas niche jumudi dan phoni, atau bahkan domain yang pernah dijadikan PBN sebelumnya.

Ketiga domain ini tidak layak untuk kamu gunakan sebagai bagian dari jaringan private blog network kamu saat ini. Bukannya mendatangkan untung, malah bisa membahayakan moneysite kamu nantinya.

Untuk membangun sebuah PBN agar nampak sempurna dan rapi, maka kita harus mampu mengintip track record-nya terlebih dahulu.

Dengan begitu ada beberapa tools wajib yang harus digunakan, seperti Majestic, Moz, dan Ahrefs. Ketiga tools ini berperan penting untuk menemukan tipe backlink yang spam dan berkualitas baik.

Nantinya semua backlink ini akan terkalkulasi secara otomatis dalam bentuk Topical Trust Flow di metrik Majestic.

Metrik ini merupakan cara terbaik dan tercepat untuk menilai kelayakan suatu domain untuk kita jadikan sebagai PBN – bersama dengan faktor penting lainnya.

Kemudian cek pula di archieve.org untuk memastikan bahwa domain tersebut tidak pernah digunakan sebagai PBN atau niche terlarang. Begitupun jika kamu menemukan bahasa asing atau tulisan aneh dalam website tersebut, maka hindari sepenuhnya.

Selanjutnya langkah terakhir yang tak kalah pentingnya untuk dilakukan adalah memastikan bahwa domain tersebut belum pernah terkena penalti.

Salah satu cara untuk memastikannya adalah dengan melihat jejaknya di mesin pencarian Google dengan mengetikkan “site:namadomain.com”. Jika masih terindeks dan didukung dengan faktor di atas, maka domain tersebut bisa kamu pertimbangkan untuk dijadikan sebagai PBN berkualitas tinggi.

Expiring Domain vs Expired Domain

Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, maka artinya sama-sama “kadaluarsa”. Namun dalam istilah bahasa Inggris, kedua domain tersebut jelas berbeda, terutama dalam segi waktu dan cara pembeliannya.

Expiring merupakan kondisi domain yang tak diperpanjang oleh si pemilik sebelumnya dan masih dalam masa tenggang. Kemungkinan besar si registrant domain tersebut sedang melakukan pelelangan (misalnya GoDaddy).

Tergantung kualitas dari domain itu sendiri, harganya pasti bervariasi, yang mana dijual dari $10 hingga di atas $10.000.

Sementara expired merupakan kondisi domain yang tak diperpanjang oleh si pemilik sebelumnya dan tak laku dilelang ketika pada masa tenggang. Akhirnya, kamu bisa membeli di registrant manapun dengan harga yang normal.

Namun entah itu expired ataupun expiring, keduanya masih memegang jejak digital yang sulit untuk dihilangkan, terutama jika berbicara masalah backlink.

Expiring domain tentunya jauh lebih mudah didapatkan, namun harganya cenderung meroket tajam jika domain tersebut memiliki backlink berkualitas tinggi.

Sementara expired domain bisa dibilang untung-untungan untuk bisa menemukan jenis yang berkualitas baik. Alasan kenapa expired domain tidak laku pada masa tenggang biasanya karena backlink profile dan metriknya yang amburadul, alhasil tak laku hingga masa expired muncul.

Secara garis besarnya, tidak jadi masalah buat kita untuk menggunakan expired atau expiring selama backlink profilenya nampak menggiurkan untuk diambil.

Kesimpulannya adalah, expired memang murah tapi sulit untuk menemukan jenis yang berkualitas baik. Sementara expiring mudah untuk menemukan jenis yang terbaik, namun biasanya menjadi rebutan banyak orang dan harganya cenderung bisa meroket tajam.

Tempat Membeli Domain untuk PBN

Membeli domain PBN digital marketing itu susah-susah gampang. Jika misalnya mencari sendiri di tempat lelangan, maka harus pintar dalam pemilihan dan melihat metriks. Sementara jika menggunakan agen, maka harus siap mengeluarkan banyak biaya.

Tapi apapun pilihan kamu nantinya, pastikan kamu mempertimbangkan dengan seksama mengenai sisi positif dan negatifnya.

Setidaknya ada 6 tempat pembelian domain untuk PBN yang bisa kamu pilih, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Broker
  2. Auctions
  3. Backordering
  4. Dropped domain
  5. Archieve list
  6. Domain Crawler

Masing-masing dari list di atas memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, silahkan baca cara membeli domain untuk PBN.

Dimanapun kamu membeli domain untuk PBN, namun tujuannya hanya satu, yaitu mendapatkan domain dengan metriks terbaik agar mampu mendongkrak website kamu di posisi SERP, menggeser semua pesaing yang ada.

Metriks Adalah Kuncinya

Dari tadi kita selalu membicarakan metriks lagi dan lagi, tetapi masih ada banyak orang yang belum mengetahui faktor penting yang satu ini.

Ada banyak sekali informasi yang bisa kita lihat saat menggunakan beberapa tools yang sudah disebutkan di atas. Namun bukannya mencerahkan otak, kebanyakan diantaranya malah bikin kita pusing tujuh keliling.

Jika mengacu pada pembuatan PBN, sebenarnya semua informasi tersebut tidak perlu kita makan secara bulat-bulat. Cukup cari beberapa jenis yang kita butuhkan saja,

Misalnya, ada TF dan CF untuk menentukan kualitas backlink. DA dan PA untuk mengetahui otoritas atau tingkat kepercayaan sebuah domain, serta spam score untuk melihat kesehatan dari domain itu sendiri.

Bahkan ada beberapa tools yang mampu memfilter jutaan domain agar menyisakan beberapa jenis yang berkualitas saja.

Ini membuktikkan bahwa metriks tersebut merupakan bagian terpenting yang harus kita pertimbangkan.

Semua domain memang bisa menjadi pondasi, dan metriks inilah yang mampu menilai apakah pondasi tersebut mampu menahan gedung tinggi atau tidak.

Jika kamu menggunakan Majestic SEO Trust Flow, maka nilainya tidak boleh di bawah 15. Semakin tinggi semakin baik. Tapi persiapkan pula budget karena harganya cenderung lumayan mahal untuk domain dengan TF di atas 30.

Ada juga Link Root Domain yang menunjukkan jumlah backlink sekaligus kualitasnya. Kualitas dari backlink tersebut tercermin dalam TF yang sudah tertera di sana.