PBN Digital Marketing – Merencanakan Jaringan untuk Bisnis Online

3 min read

PBN Digital Marketing - Merencanakan Jaringan untuk Bisnis Online

Sebelum kita mulai membangun PBN digital marketing, maka harus membuat rencana dengan matang terlebih dahulu.

Tidak serta merta membuat PBN kemudian menanam backlink di sana sini tanpa aturan, melainkan harus terencana dengan baik agar memberikan hasil yang maksimal dengan resiko seminimal mungkin.

Sekalipun kita sudah tahu teori mengenai cara membuat serta telah menyiapkan budget yang super gede, akan tetapi tanpa adanya manajemen yang terstruktur dengan baik maka bisa membuat kamu kebingungan di tengah-tengah aktivitas link building tersebut dilakukan.

Setidaknya ada 5 perencanaan yang harus kamu persiapkan dengan matang sebelum mulai membangun PBN digital marketing untuk menunjang bisnis online atau website kamu agar segera menghasilkan cuan.

Tanpa banyak berbasa-basi lagi, berikut adalah planning super yang bisa kamu praktekan sekarang juga.

Plan 1: Menentukan Jumlah PBN

Terkadang kita tak bisa menentukan seberapa banyak PBN yang tengah dibutuhkan. Bahkan jika bisa kita ingin agar moneysite mendapatkan asupan gizi yang sebanyak-banyaknya.

Sayangnya, harga PBN link building itu tidak murah dan membutuhkan banyak tenaga saat proses pembuatan, pengerjaan, dan perawatannya sehari-hari.

Dengan begitu banyak orang yang memutuskan untuk membuat PBN berdasarkan budget yang mereka miliki. Padahal, akan lebih baik jika jumlah tersebut disesuaikan dengan tingkat persaingan yang ada.

Jika misalnya kamu bermain di niche super keras yang rata-rata pemainnya mengeluarkan modal 100 juta, sementara kita hanya memiliki budget 10 juta, maka kita akan tergerus oleh para webmaster besar tersebut.

Tapi jika kamu menyesuaikan dengan tingkat persaingan, maka kamu tidak akan memaksakan diri untuk mengejar niche tersebut dengan modal sedikit dan mencoba memilih pangsa pasar yang jauh lebih terjangkau, yang mana bisa disikat hanya dengan jumlah PBN seharga 10 juta saja atau bahkan kurang.

Plan 2: Mempersiapkan Budget

pbn digital marketing

Orang selalu mengira bahwa harga PBN itu hanya sebatas pembelian domain dan sewa hosting saja. Padahal kedua biaya tersebut merupakan syarat dan tak boleh kita masukan ke dalam biaya utama.

Agar upaya kamu tak sia-sia, maka persiapkan pula biaya untuk beberapa pekerjaan seperti perawatan, pindahan server jika sering gangguan, dan outsorcing artikel jika kamu ingin menggunakan jasa penulis.

Hampir tak mungkin untuk merawat 100 PBN dengan tangan sendiri. Kamu harus tetap memiliki tim untuk mengurus website tersebut. Malah biaya perawatan dan isi konten ini bisa jauh lebih mahal daripada membangun PBN itu sendiri.

Jadi jika bisa, jangan hitung budget kamu untuk pembelian domain dan hosting saja, juga harus menyisihkan banyak uang agar PBN kamu tetap terawat dan terupdate dengan baik.

Rata-rata mengurus 100 PBN itu membutuhkan biaya sebesar 20 juta per bulan. Jika kesuiltan untuk mendapatkan biaya tersebut dalam jangka panjang, maka bisa-bisa rencana PBN kamu bisa menjadi nanggung dan malah terkena minus balance.

Plan 3: Struktur Jaringan

Struktur jaringan ini bergantung pada satu atau lebih moneysite yang tengah kamu miliki. Jika misalnya kamu punya lebih dari satu moneysite dengan niche yang sama, maka PBN tersebut bisa dipakai berkali-kali.

Misalnya PBN kamu adalah fashion dan apparel, maka bisa digunakan untuk website yang menjual baju, sepatu, tas, dan lain sebagainya.

Namun jika beberapa website kamu memiliki niche yang berbeda, maka harus membangun jaringan baru yang terpisah sesuai dengan topik yang ada.

Untuk mengakali masalah ini, kebanyakan para webmaster membuat PBN bertema generic, atau lebih dikenal dengan sebutan website gado-gado.

Ada banyak topik yang dimasukan ke dalam PBN tersebut, dimulai dari kesehatan, fashion, gaya hidup, teknologi, hingga hobi tertentu.

Tekhnik cerdas ini pun sudah banyak diaplikasikan dan mendatangkan hasil yang memuaskan – tentunya khusus buat mereka yang disiplin dalam menjalankannya.

Beberapa website besar seperti Wikipedia, Huffington Post, CNN, dan Kompas juga termasuk ke dalam website generic. Saat kita mendapatkan backlink dari situs-situs besar tersebut, maka akan berdampak sangat positif terhadap moneysite kita.

Itu berarti, niche generic yang diterapkan pada PBN pun sebenarnya masih layak untuk dicoba, terlebih jika budget yang kita miliki sangatlah terbatas namun ingin meningkatkan lebih dari satu website dengan niche berbeda.

Plan 4: Dripfeeding

Pernah melakukan backlink secara masal dalam sekali waktu dan tiba-tiba moneysite kamu hilang ke posisi antah berantah? Jika iya, maka kamu sudah ketahuan melakukan spam oleh Google, sehingga mereka memberikan penalti terhadap situs kamu tersebut.

Belajar dari kasus ini, maka munculah sebuah istilah yang disebut sebagai dripfeed, yaitu aktivitas backlinking yang terjadwal secara random agar nampak natural dan tidak dinilai spam.

Jadwalkan mengenai aktivitas backlinking kamu sehari-hari, dan pastikan jumlahnya ngacak. Misalnya dalam 100 PBN yang kamu miliki, maka harus melakukan backlingking sebanyak 1-4 kali sehari.

Hari pertama menanam 2 backlink, hari kedua 1 backlink, hari ketiga 3 backlink, dan selanjutnya hingga semua PBN kamu berhasil menjangkar ke moneysite yang tengah ingin kamu naikan di SERP.

Ada pula jenis anchor text yang harus diperhatikan. Jangan pernah menargetkan pada satu keyword saja, tetapi juga harus menambah LSI, generic, brand keyword, atau bahkan sinonim di beberapa tempat.

Terutama link generic, maka moneysite kamu biasanya akan mampu lolos dari manual review yang dilakukan oleh pasukan si mbah.

Banyak para pengguna PBN melupakan bagian ini sehingga tak jarang dari mereka mendapatkan penalti yang bikin hati pedih.

Plan 5: Siapkan Pasukan dan Kerajaan Pribadi

Mau tak mau kita harus selalu melakukan outsourcing agar semua PBN terawat dengan baik dan terupdate secara teratur.

Semakin banyak PBN yang kamu miliki, maka mesti melibatkan lebih banyak orang untuk pembuatan konten dan maintenance.

Tapi sebagai gantinya, kamu akan nampak seperti memiliki kerajaan dengan pasukan (SDM) dan aset (PBN) yang melimpah.

Semua aset tersebut bisa diuangkan dengan cepat. Kamu bisa menjual jasa backlink PBN atau content placement.

Apalagi jika kamu menyasar blog bule, maka biasanya rata-rata harga content placement itu adalah antara $50-$150 per 1 link.

Bayangkan jika kamu memiliki 100 PBN dan ada 10 klien setiap bulannya, maka biaya outsourcing tersebut pasti bisa ter-cover dengan baik – bahkan masih menyisakan laba yang lumayan besar.

Hanya saja tantangannya terletak pada pencarian SDM itu sendiri. Tidak mudah menemukan orang yang mampu bertanggung jawab menjalankan semua tugasnya secara remote. Beberapa diantaranya bahkan molor dan kabur tepat setelah menerima bayaran!

Resiko terbesar dari melakukan outsourcing secara online adalah kita harus membayar di muka, kemudian menunggu hasilnya di akhir pekerjaan atau kontrak yang telah disepakati bersama.

Jika kamu tak mau berhadapan dengan resiko tersebut, maka akan lebih baik untuk membuka lowongan pekerjaan secara offline untuk mengurusi aset-aset kamu tersebut secara aman dalam jangka panjang.