PBN Hosting dan Mencegah Agar Footprint tak Terlacak

3 min read

PBN Hosting dan Mencegah Agar Footprint tak Terlacak

Pemilihan hosting untuk domain PBN kita bisa begitu teramat menyiksa. Meskipun tak harus mahal, tapi mendaftarkan banyak sekali domain dalam sekali waktu bisa bikin badan kita pegel seharian.

Aturan paling penting dalam membuat PBN adalah “jangan pernah menyimpan semua jaringan tersebut di hosting provider yang sama”.

Alasannya cukup klasik, karena IP Class dan demografinya akan sama, terlebih jika kamu menggunakan paket shared hosting.

Sekalipun nampak remeh temeh, akan tetapi keputusan pemilihan hosting ini bisa menentukan keberlangsungan jaringan PBN kamu dan keselamatan moneysite dalam jangka panjang.

Maka dari itulah, kali ini kita bahas PBN Hosting yang diperlukan untuk meng-onlinekan expired domain yang telah kamu beli, kemudian kita setting agar footprint-nya tak terlacak oleh si mbah Google.

Hosting untuk PBN

PBN Hosting

Pertama-tama, mari kita jauhkan lirikan mata dari penawaran-penawaran hosting provider yang mengklaim bahwa hosting mereka cocok digunakan untuk PBN secara masal.

Sebaliknya, gunakan VPS! Sekalipun harganya agak sedikit mahal, akan tetapi hasilnya bisa terlihat dengan begitu nyata.

Gunakan VPS

Berbeda dengan shared hosting yang biasanya mengharuskan kita berbagi IP dengan orang lain, VPS ini secara eksklusif kita yang memilikinya.

Namun kita harus belajar dulu cara settingan VPS agar berjalan secara lancar. Jika enggan berurusan dengan masalah teknis, maka bisa mencoba meminta jasa terkait.

Asyiknya lagi, penawaran VPS semakin melimpah ruah sehingga mempengaruhi harga sewa itu sendiri. Ingat hukum ekonomi, semakin banyak penawaran dari suatu barang maka harganya akan semakin murah.

Alhasil, harga sewa VPS di zaman sekarang tak semahal di zaman dulu, sehingga pelaku bisnis start up pun berkesempatan untuk bermain-main dengan PBN menggunakan VPS.

Di pasaran luar negeri, rata-rata VPS dengan RAM 2 GB saja sudah bisa disewa dengan harga $45 per tahun. Jika dinilai terlalu berlebihan, maka bisa kamu turunkan speksnya sehingga harganya pun akan jauh lebih murah.

PBN sendiri memang tak ditujukan untuk menampung banyak visitor, tetapi hanya sebagai content placement, jasa backlinking, atau digunakan secara pribadi untuk mendongkrak moneysite kita di mesin pencarian Google.

Web Host Biasa

Opsi kedua ini dikhususkan buat kamu yang masih belajar membangun PBN, atau malas dengan settingan belibet yang ada pada VPS.

Kamu bisa menghostingkan pilihan domain PBN kamu di beberapa tempat terkenal seperti HostGator, Bluehost, HostMonster, GoDaddy, dan lain sebagainya.

Sekalipun jauh lebih sederhana dan praktis, namun dalam jangka panjang cenderung merepotkan. Apalagi jika kamu memiliki banyak PBN, maka masing-masing darinya harus ditampung di hosting provider berbeda.

Jika digabungkan, maka harganya pun cenderung jauh lebih mahal dibandingkan dengan penggunaan VPS.

Cari Info di Forum

Kamu juga bisa mencari informasi menarik tentang hosting super murah dan berkualitas di webhostingtalk.com.

Sekalipun penggunaan VPS masih jauh lebih disarankan, akan tetapi tak ada salahnya menggunakan hosting murah sebagai alternatif hemat biaya.

Forum ini salah satu tempat terkenal untuk berbagi informasi terkait bisnis online, website, hosting, PBN, dan SEO.

Dikarenakan banyaknya anggota yang aktif, maka seringkali ada diantara membernya membuka jasa setting PBN sekaligus dengan web host atau bahkan VPS-nya.

Selama kamu bisa berbahasa Inggris, maka mendapatkan informasi super keren ini bukanlah perkara sulit. Tetap pastikan untuk melihat testimoni sebelum benar-benar melakukan pembelian.

Cloud Hosting

Dengan munculnya cloud hosting seperti Amazon Web Service S3 dan Google Cloud, maka kita bisa menghostingkan domain PBN kita dengan web statis menggunakan kedua jasa tersebut.

Namun khusus untuk pembuatan PBN, tidak disarankan untuk menggunakan Google Cloud, melainkan harus menggunakan Amazon S3.

Harga dari Cloud Amazon S3 cenderung sangat murah, yaitu seharga $6 per tahun dengan fitur pengaturan situs web statis.

Jika kesulitan saat penyettingan, maka kamu bisa melihat tutorial sederhana yang telah disedikan oleh mereka dalam bentuk video.

Sementara penggunaan Google Cloud terlalu beresiko. Seperti yang kita tahu bahwa si mbah memang jelas-jelas melakukan pelarangan terhadap penggunaan PBN, sehingga menghostingkan domain kita di sana nampak seperti deklarasi perang secara langsung.

Menyembunyikan Footprint Dengan Benar

Setelah kamu menentukan salah satu jenis hosting di atas, sekarang saatnya melakukan beberapa langkah sederhana agar website PBN kita tak terlacak atau meninggalkan jejak digital apapun di internet.

Soalnya jejak digital atau footprint ini sudah menjadi biang kerok paling utama seseorang terkena deindeks masal, yang melibatkan semua jaringan PBN yang dimiliki lengkap dengan moneysite-nya.

Sekali footprint kita terlacak, maka semua jaringan dan moneysite kita akan langsung ketahuan tanpa ampun. Jadi jangan lewati proses ini ya!

Jangan Blokir Perayap

Jika kamu senang bermain-main dengan file mungil bernama robots.txt, pasti kamu sudah tahu cara memblokir bot crawler tertentu untuk mengunjungi dan memindai website tersebut.

Beberapa suhu mungkin menyarankan kita menggunakan blokiran robot.txt agar perayap dari Majestic, Moz, dan Ahref tak mampu mendapatkan data kita.

Sepintas memang nampak seperti masuk akal dan efisien. Tapi jangan lupakan juga fakta bahwa Google seringkali mengirimkan manusia sungguhan untuk mengecek website kita secara manual.

Sekarang coba posisikan diri kamu seperti hansipnya Google, kemudian menemukan adanya website yang memblokir bot crawler tertentu. Pastinya ini akan menimbulkan kecurigaan sehingga memicu pemeriksa tersebut melakukan investigasi lebih dalam.

Alhasil website PBN kita sebenarnya lebih mungkin dicurigai dan lebih rentan terkena deindeks masal jika menggunakan robot.txt pemblokir perayap tersebut.

Ingat, PBN haruslah berbaur dengan website pada umumnya, sehingga haram hukumnya jika memblokir perayap yang mendatangkan kecurigaan orang lain.

Biarkan saja para pesaing mengintip backlink kita. Toh, rezeki tak akan pernah tertukar kok! Jika berhasil terlewati posisi moneysite kita, maka kita bisa membeli domain lagi untuk menambah PBN. Lagipula semakin banyak aset maka akan semakin bagus.

Jangan Gunakan Cloudflare

Para pengguna PBN yang ceroboh biasanya berpikir untuk melakukan jalan pintas. Mereka akan menggunakan IP yang sama untuk semua domain dan menutupinya menggunakan CloudFlare.

Padahal, CloudFlare sendiri masih bisa diintip sehingga IP asli kita menjadi bocor. Mudah banget bagi pegawai Google untuk mengintip IP asli dari website PBN kita tersebut, sekalipun tertutup oleh si suar awan.

Bahkan sekarang orang awam yang bukan hacker pun bisa mengintip IP asli situs web kita melalui layanan bernama CrimeFlare. Benar-benar bikin ngeri, kan?

Hindari Penggunaan Produk Google

Sebagian besar dari kita pasti ingin melihat perkembangan website dari waktu ke waktu, sehingga menggunakan dua produk Google paling terkenal, yaitu Google Analytics dan Google Search Console.

Meskipun penggunaannya masih diperbolehkan bagi moneysite, namun jika diimplementasikan kepada PBN malah bisa menjadi bunuh diri.

Ibarat memasukan ular ke dalam kandang ayam, PBN kita akan dibabat habis jika menggunakan kedua layanan tersebut.

Jadi jika kamu benar-benar ingin menyembunyikan footprint PBN, maka sebenarnya sudah cukup dengan membedakan IP menggunakan hosting provider yang berbeda. Lalu hindari proteksi berlebih agar PBN kamu nampak alami dan berbaur dengan website lainnya di lautan mesin pencarian.

Leave a Reply