PBN Link Building Kamu Bisa Berantakan Karena 8 Kesalahan Ini

3 min read

PBN Link Building Kamu Bisa Berantakan Karena 8 Kesalahan Ini

Kata siapa PBN itu murah? Membangun PBN itu membutuhkan banyak uang, usaha, tenaga, dan waktu. Oleh karena itulah, kita harus merawatnya semaksimal mungkin agar semua modal kita tersebut tidak hilang sia-sia.

Sayangnya, masih banyak para pendatang baru yang menghabiskan hingga puluhan juta rupiah untuk membeli expired domain tanpa mau mempelajari PBN itu sendiri terlebih dahulu.

Sehingga pada saat terjadinya penalti, mereka hanya menyalahkan aset dan mengatakan bahwa PBN sudah tak layak digunakan.

Sebagai seorang pemenang, kita tentunya tak ingin membuat kesimpulan bodoh semacam itu. Sebaliknya, kita harus senantiasa belajar agar PBN Link Building kita tetap ampuh dan tak bobrok.

Salah satu cara melakukannya adalah dengan mengetahui 9 kesalahan fatal dan pantrangan saat pembuatan PBN, yang akan kita bahas di bawah ini secara lengkap!

1. Membuat Konten Secara Ngasal

pbn link building

Konten adalah raja, dan masih belum turun tahta hingga sampai sekarang. Alhasil saat ingin membuat PBN, maka jangan hanya memikirkan anchor text dan backlink saja, melainkan mesti didukung oleh konten yang berkualitas.

Isi artikel PBN kamu dengan yang unik, enak dibaca, serta dilengkapi dengan gambar atau bahkan video. Semakin bagus konten yang kamu buat, maka akan semakin mengurangi kecurigaan Google sehingga lolos dari review manual.

Jadi, hindari melakukan copas, spun, atau bahkan tekhnik terlarang lainnya seperti stuffing keywords.

Google bukanlah orang bodoh, dan akan selalu tahu jika kita melakukan pelanggaran sekecil apapun.

Bermain-main dengan PBN link building sangatlah tinggi akan resikonya. Jadi pastikan kamu tak menambah penyakit dengan memosting konten yang ngasal dan berkualitas rendah.

2. Menggunakan Hosting Dengan IP Sama

Saat menggunakan PBN Link Building, maka hal pertama yang harus kita jaga kerahasiaannya adalah footprint. Jangan sampai Google mengetahui jejak digital kita sehingga bisa menjadikannya alibi untuk menghancurkan semua aset yang kita beli dalam satu hari saja.

Ada banyak faktor penentu untuk mereka mampu menemukan footprint kita, salah satunya melalui IP Class A.

Jika misalnya kamu menghostingkan semua website PBN di hosting provider yang sama, maka bisa menjadi hal paling keliru yang dilakukan.

Bahkan agar lebih aman, bukan hanya IP Class A saja yang harus dibedakan, malah sisi geografisnya pun harus tersebar di berbagai macam wilayah – kecuali Cina, India, dan Rusia.

3. Menggunakan Registrar Whois yang Sama

Jika mengakses alamat who.is, maka kamu bisa menemukan data pemilik website dengan cara memasukan nama domain di kolom yang telah disediakan.

Nah, kekeliruan berikutnya saat membangun PBN Link Building adalah menggunakan nama kita sendiri di semua situs PBN yang telah didaftarkan. Ini juga bisa membuat Google mampu melacak footprint yang ada.

Maka dari itulah, pastikan kamu menggunakan nama dan alamat email palsu saat membeli expired domain untuk kebutuhan PBN.

Akan lebih baik lagi jika kamu menutup data whois tersebut dengan meminta bantuan kepada provider penjual domain yang kamu pilih.

4. Menggunakan Website Builder

Website builder itu berupa web 2.0 seperti blogger, wordpress.com, livejournal, dan lain sebagainya.

Dengan menggunakan website builder – apalagi blogger, maka ada banyak kekurangan dari segi proteksi identitas diri sehingga bisa meningkatkan resiko website kita terkena penalti.

Bahkan beberapa web 2.0 sudah ditandai oleh Google sebagai IP yang berbahaya. Jika dipaksakan, maka akan berdampak langsung terhadap moneysite kita.

Pastinya kamu tak ingin dong mendapatkan backlink dari website dan IP yang menurut Google telah tercemar atau bahkan mereka blacklist, karena bisa memberikan dampak negatif secara langsung bagi kredibilitas atau authority website kita.

5. Sesumbar Tentang PBN

Apapun tujuan kamu – entah itu menjual content replacement atau sekedar pamer belaka di medsos, Google bisa melacaknya dengan begitu mudah melalui manual review yang selalu mereka lakukan secara rutin.

Jadi jika kamu ingin menjual jasa backlinking dari PBN, hindari sifat sesumbar dengan menampilkan alamat domain secara langsung dan sembarangan.

Cukup berikan saja metriks dan backlink profile yang dimiliki oleh PBN kamu tersebut. Biasanya itu sudah cukup membuat calon konsumen kita tertarik.

Masih ingin memaksa? Maka bersiaplah PBN kamu hilang dari peredaran mesin pencarian Google.

Apalagi jika kamu sesumbar di platform yang mengizinkannya terindex di Google, maka semua footprint bisa ketahuan dengan begitu mudah.

6. Memilih Domain Sembarangan

Saat pemilihan domain untuk PBN, maka bukan hanya metriks dan jumlah backlink saja yang harus diperhatikan, tetapi juga kredibilitas dari domain itu sendiri.

Percuma juga jika expired domain tersebut memiliki CF TF di atas 25 dan DA PA di atas 30, namun spam score-nya tinggi, pernah terkena penalti, atau bahkan pernah digunakan PBN sebelumnya.

Pastikan pula bahwa domain tersebut bukanlah berniche jumudi atau phoni. Kedua niche tersebut bisa memporak-porandakan kesehatan moneysite kamu dalam jangka panjang.

Periksa dulu setiap expired domain di archive.org sebelum dibeli, guna mengetahui track record di masa lalu.

7. Hanya Memiliki 1 Outbond Link

Punya 100 PBN tapi semua outbond link­-nya hanya mengarah ke moneysite kamu saja? Maka sudah dipastikan Google akan segera menendang semua properti kamu tanpa ampun.

Kebiasaan ini bukannya menghilangkan footprint, malah akan menambah footprint baru yang begitu fatal.

Jadi, pastikan kamu juga memasang outbond link selain moneysite yang kamu miliki. Kamu bisa mengarahkannya ke Wikipedia, CNN, atau website besar lainnya – asalkan tidak diarahkan ke website saingan.

Jika ingin menambah penghasilan, maka bisa menjual jasa backlinking PBN link building kepada orang yang membutuhkan.

Karena selain dapat menghilangkan kecurigaan Google, juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Jadi sekali dayung, dua-tiga pula terlampaui.

8. Menggunakan Anchor Text yang Sama

Anchor text yang sama dan kemudian dipasangkan di 100 PBN juga bisa menjadi masalah buat moneysite kita. Google akan menilainya sebagai over optimized dan nampak tak natural.

Berbicara masalah anchor text, ada 4 kategori yang bisa kamu gunakan, diantaranya:

  • Exact Keywords. Menggunakan anchor text dengan kata kunci yang tertarget.
  • LSI. Ekor dari exact keyword yang didapatkan dengan cara riset keywords.
  • Brand Domain. Nama domain atau situs kita.
  • Generic. Kata-kata persuasif atau bebas seperti “disini”, “klik di sini”, “baca selanjutnya”, dan lain sebagainya.

Nah, agar aktivitas dan manfaat PBN link building kamu berjalan senatural mungkin, maka harus menggabungkan keempat kategori di atas dengan rasio sewajarnya.

Contoh rasio yang bisa kamu gunakan adalah sebagai berikut:

  • Excat Keywords: 20%
  • LSI: 50%
  • Brand: 20%
  • Generic: 10%

Dengan contoh rasio di atas, maka Google akan menilai bahwa aktivitas link building kamu nampak alami dan terbebas dari footprint dan penalti yang bikin nyesek.